Tampilkan postingan dengan label glory. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label glory. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 September 2008

Writing The Memory

Blooming follow the time
Making jokes in the shiny sun
Grape the luminuous life

Pretend not to be struggle
Beginning from a promise
Be wealthy
And have an excellent dream

Unwilling to be kneck down
Swimming under melancholy emulsion
Documentate about the legend

I couldn’t stop the hurricane
All of story not only be memory
They’re victuals of the soul

Un7-220207

For The Best only

I wanna runaway
From this guilty star
I wanna yell my friend
Whoever…
Who knows who I am

I couldn’t stop my tear
I just miss the phenomena
Our relationship
More than just a philanthrophy

We never discuss aristrocracy
You choose the shiny victory
My willingness…
For your prosperity

Un7-220207

Tentang Hidup

Terbagi menjadi banyak masa
Menyimpan segala rasa
Berikan sejuta makna
Itulah hidup

Tak ada sesal yang berarti
Nikmati semua jalan
Lihatlah sinar cerah di pagi hari
Itu semua pasti ada
Tak mampu kau sangkal

Usah terlalu bebani diri
Hiduplah seperti hidup
Semua yang telah dan akan terjadi
Adalah regulasi dunia
Tak mampu banyak bersimulasi

Semua relasi seakan menjadi siklus
Tutur kata lembut dan yang tak merata
Tak mungkin tersuspensi tanpa sengaja
Dalam hidup berikanlah rencana

Un7-301206

Lihatlah

Saat kau melakukan itu
Tidakkah kau merasakan pedihnya mereka
Kau mampu melakukannya
Apa kau tak pernah melihat indahnya bunga

Kau berjalan dengan kepala besar
Sebenarnya kau orang mana
Langkah puasmu di atas derita mereka
Apa kau tak pernah melihat cantiknya hujan

Kau ingin memetik bintang yang kau tunjuk
Tapi bintang itu tak mau menari di atas tanganmu
Mengapa kau lakukan itu
Tidakkan kau pernah melihat indahnya tarian pepohonan

Saat kau tlah melihat semua
Buang segala khilafmu
Semua sudah berlalu
Apa kau hanya akan melihat mereka

Terangnya Hitam

Berlapis tirai kegelapan
Menambah kelamnya alam
Takkan kau melihat senja
Jika kau tetap jatuh terkapar

Gelapnya dunia kan terang
Hidupkan kobar api semangatmu
Pancarkan cahaya terang jiwamu
Ku kan rasakan perjuangan

Saat mentari mulai pergi
Bintang kan menemanimu
Jangan pernah merasa sepi
Sehitam apa pun bumi ini
Tetap ada terangnya alam

Sesuatu Yang Baru

Kucoba tuk buka sebuah pintu
Kuingin terangi langkahku
Ku tak mau terhempas ombak
Kupegang sepatah tongkat

Asing dan aneh
Dalam diam kutanya hatiku
Apa yang terjadi
Kuingin tetap maju

Kutatap mentari yang ingin pulang
Kuingin buang segala sesalku
Kucoba singkirkan semua kesalku
Kuyakin inilah saatnya

Ku kan melayang bersama mimpiku
Selalu ceria bersama bintang
Bahagia resapi embun pagi
Kuharap kau tetap di sini

*Sesuatu Yang Hilang*

Beragam kenyataan bekukan senjaku
Tercecer tak terangkai
Tawa dan tangisku tersuspensi dengan waktu
Perkenankan sepercik cahaya membelaiku
Tidak benar
Aku kehilangan sesuatu
Entah dimana ku kan temukan
Seseorang memudarkan cerah awanku
Dan meredupkan sinar bintangku
Dia merebut cerahnya mentariku
Dia bak meteor yang sekejap saja datang
Namun sebentar jua hancurkan semua
Terlarut dalam black hole hanya suatu kebodohan
Yang tersisa dalam kerapuhanku hanyalah
Angan, mimpi dan harapan

Un7-12102006

Sebuah Hadiah

Tak pernah kubayangkan
Kau tak tahu siapa aku
Tapi kau berikan padaku
Sesuatu yang membuatku gila

Tak kusangka begitu indah
Ku hanya terlena
Melihat semua
Yang kau bisa
Tak mampu ku berteriak

Sebuah hadiah tuk semua
Kan kuingat saat itu
Walau hanya mata yang menyaksikan semua
Sejuta ceria kudapatkan
Hanya sebuah ungkapan yang mampu kuberikan

Boleh

Boleh kau memilih utara
Tapi relakan semua dan jangan berpaling
Aku hanya akan melambaikan tangan
Dan tak mampu melihat semua

Akankah kau memilih selatan
Tapi gapaikan sebuah bintang
Smua kan kurelakan
Tak seharusnya ku berhenti

Jika kau menuju Barat
Jangan pernah hancur dan berbalik
Kau berjalan searah mentari
Teruslah bersinar dengan cantik

Apa kau akan berjalan ke timur
Pergilah dengan seluruh harapan
Jangan pernah akhiri
Dengan kejam
Genggamlah kepercayaan dan berilah kebahagiaan

Mutiara Setiap Insan

Sepatah kata
Tak seekor burung pun menyangkalnya
Semua menangis untuknya
Maha indah yang mereka jaga

Bukanlah benda maya
Tapi pilar segala rasa
Mutiara dalam jeruji hati

Ketika kau kehilangannya
Takkan kau dapat lagi nikmatnya
Duka maha dahsyat
Derita yang paling hebat

Saling berbagi dengan semua
Tak lupa rasa sayang
Di mana kita kepakkan sayap
Simpul pun tak berarti

Sepatah kata
Siapa pun kau pasti ada
Setiap memulai sesuatu
Ingatlah kata itu

Terlalu Berat

Bagaikan ranting patah
Tak mampu membawa semua ini
Terlalu berat kubawa berlari
Hingga ku berpaling

Ibarat daun yang jatuh
Dihempas angin tak berarah
Kucoba untuk berbalik
Terlalu berat ku melangkah

Kucari cahaya di ujung gelap
Kudapati dirimu membuka jalan
Sebuah ruang yang tak berarti
Terlalu berat diriku tuk kembali

Setiap detik semakin berat
Tak kuasa ku berdiri
Tapi ku mampu berlari
Mencari sinar jiwamu
Tuk membuka tabir kegelapan hatiku

Tersenyumlah

Pernahkah kau merasa jemu
Terasa berat tuk melangkah maju
Tak lagi melihat mentari bersinar

Dapatkah kau tersenyum manis
Biarkan segala gundah
Biarkan angin membawanya
Biar musim yang merubahnya

Semua berlalu bersama waktu
Kau mampu bertahan
Berdirilah tegak dan lihatlah semua
Besarkan hati nan penuh semangat

Bila semua terhanyut
Dalam sepi nan layu
Belailah mimpimu
Terangi gelapnya hati

Sudah lupakan semua
Hapus semua luka
Maafkan aku…..
Akhirilah smua….
Dengan tersenyum indah

Pemimpi Gila

Birunya lautan tak sbiru jiwaku
Luasnya samudera tak seluas penantianku
Gerbang mimpi yang kutuju
Di depan jalan yang panjang

Tak ada yang bisa merenggut mimpiku
Sinar terang dalam hatiku
Keyakinan dan harapan
Keajaiban yang kunanti
Terlihat saat gelapnya dunia

Ku takkan terlena
Ku kan bangun semangat baja
Mimpiku kan datang
Harapanku ada di depan

Apakah semuanya ada
Tatkala ku rindu mereka
Senyum yang menambah rasa
Ku yakin pada semua

Di Mana Aku

Apa kau tahu di mana diriku
Ku tak tampak olehmu
Ku sembunyi di gelapnya semak belukar

Tahukah kau dimana aku
Aku hanya sepotong biji terbuang
Sulit kau temukan
Tak tampak bersinar cerah

Tahukah kau bagaimana aku
Aku bagai binatang parasit
Begitu bodoh dan menyusahkan
Aku bukanlah berlian dalam kotak hitam

Aku takkan menangis karenamu
Dan kau takkan bersedih untukku
Perihnya hatiku kau takkan tahu
Karena kau tak melihat diriku

Sedihku hanya milikku
Dan kau adalah bagian hidupku
Hatiku hanya Satu
Namun takkan hanyut dalam birunya lautan