Sabtu, 13 September 2008

ANEMIA MIKROSITIK

Oleh: Unsiyyatul Usriyyah
Anemia didefinisikan sebagai penurunan kapasitas angkut oksigen (oxygen carrying power) per unit volume darah yang disebabkan karena menurunnya massa eritrosit yang beredar (circulating red cell mass) sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan oksigen jaringan.1 Keadaan ini ditandai oleh menurunnya kadar hemoglobin, hematokrit, dan hitung eritrosit (packed red cells) di bawah normal. . Hal ini dapat disebabkan oleh hilangnya darah secara cepat atau karena terlalu lambatnya produksi sel-sel darah merah tersebut.
Secara morfologis dan etiologis, anemia dibagi menjadi anemia makrositik normokromik dan anemia mikrositik hipokromik.2 Mikrositik berarti ukuran eritrosit lebih kecil dari ukuran eritrosit normal. Sedangkan hipokromik berarti bagian tengah eritrosit yang terlihat pucat lebih luas 1/3 bagian.
Pada kehilangan darah kronis, penderita seringkali tak dapat mengabsorbsi cukup besi dari usus halus untuk membentuk hemoglobin secepat darah yang hilang. Sehingga sel-sel darah merah yang dibentuk itu mengandung sedikit sekali hemoglobin, sehingga terjadinya keadaan anemia hipokromik mikrositik.
Beberapa istilah :
Mean Corpuscular Volume (MCV) = nilai hematokrit X 10
jumlah eritrosit (juta/mm3)
Normal: 76—96 cμ. MCV ‹ 76 cμ disebut mikrositik.
Mean Corpuscular Haemoglobin (MCH) = nilai hemoglobin X 10
jumlah eritrosit (juta/mm3)
Normal: 27—32μ μg. Bila MCH ‹ 27μ μg disebut hipokromik.
Anemia banyak ditemukan di seluruh dunia. Penyakit ini merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang cukup serius karena prevalensinya tinggi. Diperkirakan lebih dari 30% penduduk dunia menderita anemia dengan prevalensi terbesar di daerah tropik. 3
Pola etiologi anemia di negara maju berbeda dengan di negara berkembang. Anemia defisiensi besi (termasuk anemia mikrositik hipokromik) tetap menduduki peringkat tertinggi dan paling sering dijumpai di seluruh dunia.4 Wanita dan anak usia prasekolah adalah golongan yang paling banyak menderita penyakit ini. Beutler pada tahun 1988 mengajukan penyebab anemia yang paling sering di Amerika Serikat ialah anemia defisiensi besi, thalassemia dan anemia akibat penyakit kronik.5
ANEMIA HIPOKROMIK MIKROSITER

Besi Serum













Gambar 1. Bagan pendekatan diagnostic penderita dengan anemia hipokromik mikrositer
Daftar Pustaka

Guyton, Arthur C., M. D. 1986. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Terjemahan oleh Ken Ariata Tengadi, et. al. 1995. Jakarta: EGC
Saunders, W.B. Company. 1995. Kamus Saku Kedokteran Dorland. Terjemahan oleh Poppy Kumala, dkk. 1998. Jakarta: EGC
Staf Pengajar Ilmu Kesehatan Anak FKUI. 1988. Buku Kuliah 1 Ilmu Kesehatan Anak. Jakarta: Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI
Staf Pengajar Patologi Klinik FK Unibraw. 1998. Diktat Kuliah Hematopoiesis. Malang.
Staf Pengajar Illmu Penyakit Dalam FK Unibraw. 1998. Catatan kuliah Hematologi. Malang.

Tidak ada komentar: